Akankah saya berlabuh?
kalian mungkin sering mendengar dari orang-orang sekitar, entah
itu teman, keluarga. Bahkan pasangan. kata kata “udah kerja nikmati aja hidup,
ngapain mikirin yang berat-berat dan gakusahlah berambisi macem-macem lagi”. Awalnya,
saya sempat terbuai dengan kata-kata itu saat baru mulai bekerja, apalagi saat
saya menerima gaji pertama, betapa terkejutnya saya bisa mendapat uang dengan
nominal sekian diusia saya yang saat itu masih menginjak 20 tahun. Tentu saya pikir
saya sudah berada di zona yang sangat nyaman, dan tidak perlu berjuang keras
lagi dalam hidup. Saat itu saya tidak punya tujuan lagi dalam hidup. Bahkan,
saya pun tidak tahu cara memanajemen uang yang saya punya. yang ada dalam
pikiran saya saat itu adalah, uang ini saya kumpulin untuk beli mobil, rumah,
dan membelanjakannya kapanpun yang saya inginkan. Dan ujung-ujungnya untuk
modal nikah.
Namun, semua berubah saat saya membaca buku ‘Rich Dad Poor
Dad’ . di buku itu menjelaskan kehidupan seorang ayah kaya yang merupakan
seorang pengusaha dengan pendidikan yang biasa saja, atau katakanlah tamatan
SMA (sekolah mengah atas). Dan seorang ayah miskin yang merupakan seorang
pegawai dengan Pendidikan tinggi setara doctor atau S3 (Strata 3). Mungkin saya
tidak akan mengulas lebih jauh isi buku ini, karena akan saya jelaskan di
tulisan lain yang lebih spesifik membahas kehidupan yang saya impikan.
Sebelum membaca buku itu, saya sebenarnya sudah berkenalan
dengan dunia investasi, investasi pertama saya pada saat itu adalah saham,
karena paling menarik untuk dipelajari dan berhubungan langsung dengan daya
analisis dan intuisi dalam setiap pemilihannya. Pun di tempat saya pertama
penempatan kerja, ada teman yang mau mengajari saya secara gamblang tentang
dunia pasar modal khususnya saham. Ditambah lagi dengan edukasi yang saya
dapatkan di youtube, media sosial, dan teman kantor yang sudah lebih dulu berkecimpung di dunia investasi saham dan sudah saya anggap sebagai mentor saya dalam dunia investasi karena jasa-jasanya meminjamkan saya buku, mengenalkan pada website dan akun ig untuk belajar saham, hingga pengetahuan saya tentang saham semakin baik tiap harinya.
Sebenarnya, saya berpikiran mulai berinvestasi karena saya
merasa saat sudah mulai bekerja, saya benar-benar seperti tidak ada ambisi lagi
dalam menjalani hidup diluar urusan pekerjaan, pergi pagi bekerja, lalu pulang
di sore hari tanpa melakukan hal-hal yang produktif lagi selain membaca buku,
karena itu sudah menjadi hobi saya. Itu sebabnya saya mulai mencari-cari cita-cita
selanjutnya dan visi seumur hidup. Pada awalnya saya sangat tertarik menjadi seorang
programer, maka saya pun mulai untuk mempelajarinya, dan alhamdulillah saya
sudah bisa membuat website, walaupun belum sampai di hosting hehe. Akhirnya
saya sadar, menjadi programmer bukanlah passion saya. Maka, saya berhenti
mempelajari tentang programming.
Lalu, saya memutuskan ingin menjadi penulis buku, maka saya pun
mulai menulis buku sejak awal tahun 2021 dan buku itu selesai saya kerjakan di
bulan mei 2021, membutuhkan waktu 5 bulan untuk mengerjakan dan melakukan review
atas tulisan yang saya buat itu, namun belum berhasil tembus ke penerbit, saya
pun memutuskan untuk membuka bisnis juga Bersama teman-teman dimulai di bulan
agustus 2021, namun belum menemui keberhasilan hingga akhir tahun 2021.
Sejujurnya, saya terlalu memaksakan kemampuan untuk menjadi seseorang yang
berhasil di 4 kuadran seperti yang dikatakan Robert T. Kiyosaki dalam
bukunya. Saya ingin menjalani pekerjaan dengan lancar di kuadran E
(Employee), lalu saya ingin sukses menjadi penulis di kuadran S (Self
Employee), berhasil dalam bisnis seperti kuadran B (Business), dan
sukses menjadi seorang investor atau di kuadran I (Investor) namun saya
hanya manusia biasa yang punya batas kemampuan dan punya keterbatasan waktu.
Maka diawal tahun 2022 saya memutuskan untuk fokus hanya pada 2 kuadran saja,
yakni di E sebagai pekerja di kantor Perbendaharaan, Kementerian Keuangan dan I
sebagai Investor saham fundamental. Dan ternyata inilah yang paling nyaman dan
paling memungkinkan yang bisa saya lakukan, walau hati kecil masih berharap
bisa mulai berbisnis lagi jika sudah menemukan konsep bisnis yang matang dan
menjanjikan.
Namun, perjalanan saya di dua kuadran ini pun juga tidaklah
mudah, butuh waktu, kerja keras, dan pengorbanan dalam mengarunginya. Bahkan,
mungkin ini bisa jadi perjuangan seumur hidup bagi saya. Tetapi, dalam setiap step-nya
saya sudah menyediakan reward bila dapat mencapainya. Contohnya, saya
akan menikah,membeli mobil, dan rumah apabila sudah tercapai progres tertentu dan
keadaan portofolio keuangan yang sehat. Khususnya buat pernikahan yang
melibatkan orang lain dalam menjalaninya, saya tidak ingin mengecewakan orang
tersebut, seperti yang pernah saya katakan di tulisan saya yang berjudul “The
Way Of Love”.
saya menyadari yang membuat hidup saya terus bertumbuh dan tetap
konsisten dalam berjuang adalah tujuan dan harapan yang saya punya. Keduanya,
yang membuat saya excited Menjalani hari-hari. Saya banyak belajar dari sosok Bruce Wayne atau Batman
dalam film The Batman yang di rilis di awal tahun 2022 ini. Dia ingin
seperti ayahnya, berdampak bagi kota Gotham yang dipenuhi dengan pejabat korup,
dari mulai politisi, polisi, kejaksaan negeri dan pihak-pihak berkuasa lainnya
yang menyebabkan banyaknya kriminalitas terlahir di kota itu. Dia orang kaya
terpandang dan dihormati, bahkan disebut sebagai ‘Prince of Gotham’ seharusnya
menjalani hidupnya sebagi Bruce Wayne saja sudah cukup membuatnya bahagia.
Namun, yang diinginkan hatinya bukanlah itu, tujuannya adalah merubah Gotham
menjadi lebih baik, walaupun semua orang bilang kota itu sudah tidak punya
harapan untuk berubah karena kerusakannya terjadi disebabkan kerusakan
pemimpin, pihak satuan keamanan, dan penegak keadilannya hingga sangat kecil
peluang untuk berhasil merubahnya. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa kota
Gotham akan hancur dengan sendirinya. Namun, dia punya ambisi besar berkat sosok
teman polisi yang bersih dari korup seperti Gordon, dan melihat banyak generasi
muda yang berpotensi merubah kota itu, maka ia pun memilih untuk mengabdikan
hidupnya untuk merubah Gotham dengan sosok Batman yang ia ciptakan.
Begitu juga dengan saya, pelayaran ini belum
berhenti disini. Bagaikan seorang pelaut yang gelisah dengan daratan tenang dan
lebih cinta berlayar mengarungi samudera luas walau ia tahu akan banyak
gelombang menerpanya, akan ada badai yang menghampirinya. Namun karena
"Cinta" ia hiraukan segalanya. Pun harus berkorban dalam
mengarunginya. Selama ada tujuan dan harapan, maka akan selalu ada jalan untuk
mencapainya.
Kapan
berlabuh? In sha allah tidak akan pernah, tapi hanya akan singgah sementara
mengambil Reward-nya atas setiap Langkah yang berhasil tercapai. Karena
merugilah setiap orang yang hari ini tidak lebih baik dari hari sebelumnya.
Fakhri
Irvanto, 4 Juni 2022.


Lagi di fase stress dengan skripsi tiba" alam semesta mengarahkan kesini. Very good story!!
BalasHapus